Kamis, 17 Januari 2013

puisi

 Hendak-MU

Ku ukir lukisan diatas air
Ombak menghantamnya
Kupahat wajahmu di atas awan
Hujan menghapusnya


Tak kunjung padam

Ku pahat namamu di atas karang
Deburan ombak mengikisnya.

Tuhan, Engkaulah sembah sujudku
Kala hati gundah, kala raga lelah
Hanya Namamu menemaniku, menenangkanku

Tapi..

Mengapa hendak-Mu tak ada
Menyapa sekelibat mata
Datang dan pergi
Kau tak mengizinkannya
Untuk ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar